Dalam 10 Bulan, 118 Kerja Sama Terjalin: Maulana Genjot Inovasi Pengelolaan Sampah

By MS LEMPOW 09 Des 2025, 15:03:01 WIB KOTA
Dalam 10 Bulan, 118 Kerja Sama Terjalin: Maulana Genjot Inovasi Pengelolaan Sampah

Keterangan Gambar : Dalam 10 Bulan, 118 Kerja Sama Terjalin: Maulana Genjot Inovasi Pengelolaan Sampah


Mediajambi.com - Pemerintah Kota Jambi kembali menorehkan capaian signifikan dalam penguatan kolaborasi lintas sektor.

Dalam Rapat Koordinasi Kerjasama, disampaikan bahwa selama kurang lebih 10 bulan kepemimpinan Walikota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M dan Wakil Walikota Diza Hazra Aljosha, telah terbangun 118 kerja sama.

Angka ini menjadi yang tertinggi, mengingat sebelumnya jumlah kerja sama hanya sekitar 40.

    Wali kota menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah di era saat ini.

    Karena itu, Pemkot Jambi membuka ruang kerja sama seluas-luasnya di berbagai sektor, mulai dari pengelolaan persampahan, penanganan banjir, pariwisata, hingga bidang lainnya, baik dengan perguruan tinggi, pihak swasta, maupun institusi lain.

    “Kami mengapresiasi seluruh bentuk kerja sama ini, berkat inisiasi dari OPD dan bagian terkait. Ke depan, kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan,” ujar Maulana.

    Khusus di bidang persampahan, saat ini Pemkot Jambi tengah melakukan tahap uji coba pengolahan sebanyak 280 ton sampah, terdiri dari sampah lama dan sampah baru masing-masing 140 ton. Hasil uji coba tersebut dinilai baik dan menjadi dasar dimulainya penandatanganan kerja sama pada awal tahun (2026) mendatang.

    Sebelumnya, Pemkot Jambi telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Regen Bioteknologi Solusi Indonesia pada Rabu (28/5/2025) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam transformasi TPA Talang Gulo menuju pusat pengolahan sampah modern berbasis teknologi.

    Walikota Maulana menegaskan komitmennya menjadikan TPA Talang Gulo sebagai pusat Zero Waste dalam lima tahun ke depan melalui pembangunan pabrik Refuse Derived Fuel (RDF). Pemkot menargetkan dapat mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.

    Produk pengolahan sampah nantinya meliputi, RDF Briket sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan; Maggot sebagai pakan ternak dan budidaya ikan; dan Biji plastik untuk bahan baku industri daur ulang.

    “Sampah yang dulu dianggap masalah, kini menjadi potensi emas bagi Jambi. Kita ubah menjadi aset daerah,” tegas Maulana.

    RDF Plant ini diproyeksikan mampu menyumbang hingga Rp14 miliar per tahun bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi.

    Direktur PT Regen Bioteknologi, Rudi Hamka, menyebut kerja sama ini akan membawa Kota Jambi memasuki era baru pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan.

    Sementara itu, konsultan teknologi PT Regen, Albert, menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan merupakan brand unggulan mereka, Aufaimer, dengan sistem biodrying, teknologi biologis untuk mengeringkan sampah sehingga lebih mudah dipilah dan diolah kembali.

    Albert menyebut, teknologi biodrying ini akan menjadi yang pertama di Indonesia.

    “Sampah yang telah dikeringkan lebih mudah dipilah. Yang dapat didaur ulang akan dijadikan kompos atau biji plastik, sementara sisanya diolah menjadi RDF,” jelasnya. *




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :