Jumat, 17 April 2015 - 09:57:04 WIB
Enam Anak SAD Dilarikan ke RS Raden Mattaher
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Ragam - Dibaca: 328761 kali

Mediajambi.com - Enam orang anak Suku Anak Dalam (SAD) dari Tumenggung Ngamal, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Raden Mataher Jambi, karena menderita berbagai penyakit. Mereka dirujuk dari Rumah Sakit Umum Hamba Muarabulian dan dirawat di dalam satu sal terpisah dengan pasien lainnya.

Pantauan Media Jambi di RS Raden Mattaher anak-anak tersebut mendapat perawatan secara intensif dari perawat. Mereka di duga menderita penyakit cacingan, yang disertai dengan batuk pilek. Akibat kehidupan mereka yang mulai terdesak dan mengkonsumsi air tidak bersih yang tercemar. Dari beberapa anak ada diantaranya yang masih dalam kondisi lemah dan menggunakan infuse. Perawatpun terlihat bersedia membantu memakaikan bahu kaos bola kepada seorang anak Rimba yang sudah mulai sehat.

Anak-anak rimba itu menderita sakit karena mengikuti pola kehidupan orang tuanya yang berpindah-pindah (nomaden). Awalnya mereka dirawat di Rumah Sakit Hamba Muarabulian. Karena kekurangan fasilitas yang dimiliki mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher untuk mendapat perawatan lebih intensif.

Mereka adalah Besibun (12), Butuka (11), Malikau Bungo (9), Mandilau (6) Ngalam (10) dan Meula (2). Informasi yang diperoleh Media Jambi dari anak-anak SAD ini awalnya mereka mencari makanan di hutan. Tiba-tiba perutnya sakit dan mau buang air besar. Namun mengeluarkan darah dari anus dan dari mulutnya, melihat hal itu mereka dilarikan ke Rumah Sakit Hamba Muarabulain dan sempat dirawat selama dua hari. “Sedangkan Batuta bayi yang berumur dua tahun menderita sakit setelah berada di rumah sakit,” ujar Besibun yang sehari-hari membantu orang tuanya mencari kayu di hutan.

Seorang dokter mengaku anak-anak SAD ini menderita sakit karena kurang menjaga kebersihan. Umumnya mereka buang air secara sembarangan, sehingga mudah terserang penyakit.

Kepala Bidang pemberatasan penyakit menular Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Kaswendi mengatakan umumnya anak-anak rimba tidak pernah diimunisasi. Sehingga bila terserang penyakit  sedikit saja langsung sakit dan ditambah lagi dengan factor kebersihan. “Mereka mungkin minum air yang tercemar bekas penambangan emas tanpa izin (Peti), yang tercemar mercuri yang menyebabkan mereka sakit perut,” ujarnya kepeda Media Jambi beberapa waktu lalu.

Mereka yang sakit ini menurutnya ditanggung pemerintah melalui BPJS kesehatan. “Ini kewajiban pemerintah melakukan pembinaan dan memelihara kesehatan suku adat terpencil (KAT). Karena SAD di Jambi tidak sama dengan KAT daerah lain yang hidup menetap. (yen)