- Semarak May Day dengan Layanan Langsung dan Senam Sehat Bersama Pekerja
- Industri Jasa Keuangan Jambi Tumbuh Positif Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- Gubernur Al Haris Boyong Bupati/Wali Kota Audiensi dengan Menhub, Bahas Pengembangan Transportasi
- OJK Dorong Penggunaan Kecerdasan Artifisial di Sektor Perbankan secara Bertanggung Jawab
- Bibit Sawit Unggul Topaz 1 Berbuah Orange, Terbukti Sejahterakan dan digemari Petani
- Hadiri Rakortek Perumahan Pedesaan, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Dukung Program Tiga Juta Rumah
- Berkolaborasi Melindungi Ribuan Pekerja Rentan Melalui Program Kampung Bahagia
- Tingkatkan Kolaborasi dan Sinergi, SKK Migas – KKKS Sumbagsel Gelar Event Lifting Olympic
- Hadiri RDP Bersama Komisi II DPR RI, Gubernur Al Haris Soroti Minimnya Kewenangan Daerah dalam Sektor Minerba
- Gubernur Jambi Al Haris Hadiri RDP Bersama Komisi II DPR
Keluarga Bocah Tewas dalam IPAL Khawatir Adanya Motif Dendam dan Predator Anak

Keterangan Gambar : Keluarga Bocah Tewas dalam IPAL Khawatir Adanya Motif Dendam dan Predator Anak
Mediajambi.com- Kasus pembunuhan bocah perempuan berinisial KY (4), yang jasadnya ditemukan di septic tank pada hari Senin (27/8) lalu, belum terungkap. Akibatnya, keluarga bocah tersebut dilanda kekhawatiran.
Nurlela, ibu mendiang KY, mengatakan ia dan keluarganya khawatir ada motif dendam di balik kasus tersebut. Tidak hanya itu, ia menduga pelaku adalah 'predator' yang melakukan kekerasan seksual.
"Dugaan kami dua, adanya dendam dan predator anak. Kalau motif dendam, mungkin sakit hati dengan keluarga kami," katanya, Sabtu (3/8).
Ia khawatir anaknya yang lain menjadi korban berikutnya. "Anak kami masih ada, 2 orang. Keduanya sama-sama masih pelajar. Tak mungkin kami selalu mengawasi mereka," ujarnya.
- Yamaha Jambi Gelar Hari Pelanggan Nasional 2022 di CFD Gubernuran 0
- Hari Pelanggan Nasional 2022, Sinsen Beri Apresiasi Pelanggan Setia Honda0
- Pemprov Jambi Terus Tingkatan Kualitas Pelayanan Kepegawaian0
- Pengurus SMSI, LBH SMSI dan MCM Provinsi Kalsel Resmi Dilantik 0
- Ditreskrimum Polda Jambi Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencurian0
Tidak hanya Nurlela, warga sekitar juga merasakan hal yang sama. Karena itu, warga sekitar membatasi anaknya keluar rumah atau bermain. Bahkan, sejak kasus yang menewaskan bocah perempuan tersebut, para orang tua sengaja mengantarkan anaknya pergi ke sekolah.
"Anak kami berusia 2 tahun setengah dikurung terus. Sebelumnya tidak seperti ini. Pokoknya, takut. Mereka main, lalu dibawa orang, kita tidak tahu," tutur Fitri, warga RT 28 Kelurahan Rawasari, Selasa (9/8).
Menurutnya, kasus yang menewaskan K telah menjadi pembelajaran para warga agar selalu menjaga anak-anaknya.
"Kami was-was, dan merasa takut. Sebab sebelumnya tidak ada kejadian ini. Ada juga imbauan dari Pak RT untuk lebih berhati-hati," kata Fitria.
Sebagaimana berita sebelumnya, jasad K ditemukan di dalam Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau septic tank di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin (25/7) lalu. Anak perempuan ini diduga menjadi korban pembunuhan dan kekerasan seksual.(*/Yen)