Kota Jambi Hidupkan Budaya Layang-Layang dan Jajanan Bengen di HUT RI ke-81

By MS LEMPOW 20 Agu 2026, 16:27:20 WIB KOTA
Kota Jambi Hidupkan Budaya  Layang-Layang dan Jajanan Bengen di HUT RI ke-81

Keterangan Gambar : Kota Jambi Hidupkan Budaya Layang-Layang dan Jajanan Bengen di HUT RI ke-81


Mediajambi.com – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi tak sekadar diwarnai kegiatan seremonial. Pemerintah Kota Jambi menghidupkan kembali permainan tradisional dan kuliner warisan melalui Festival Layang-Layang dan Jajanan Bengen Kuliner Nusantara di Lapangan Langit Biru, Kecamatan Jambi Timur.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (20–22 Agustus 2026), tersebut dibuka Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha. Dinas Pariwisata Kota Jambi menjadi leading sector dalam pelaksanaan kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Diza mengatakan, pemilihan layang-layang dan jajanan bengen bukan tanpa alasan. Keduanya dinilai memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat sekaligus menyimpan nilai kebersamaan dan kenangan masa lalu.

    “Melalui permainan tradisional layang-layang dan lomba kuliner ini, kita diingatkan kembali pada permainan tradisional yang sederhana, tetapi memiliki nilai kebersamaan dan kenangan masyarakat Kota Jambi,” ujar Diza.

    Menurutnya, Festival Jajanan Bengen menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali cita rasa kuliner masa lalu yang merupakan bagian dari identitas budaya daerah.

    “Festival Jajanan Bengen menghadirkan kembali cita rasa warisan masa lalu yang menjadi bagian dari identitas budaya Kota Jambi. Semangat inilah yang sejalan dengan komitmen Kota Jambi Bahagia Berbudaya,” katanya.

    Tak hanya menghidupkan kembali budaya, festival tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal. Sejumlah pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas dan pelaku usaha lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan.

    Diza berharap keterlibatan berbagai pelaku ekonomi kreatif tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui meningkatnya transaksi dan perputaran ekonomi selama festival berlangsung.

    “Di balik penyelenggaraan festival ini ada pelaku kuliner, UMKM, pengrajin, seniman, komunitas dan berbagai pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, diharapkan terjadi perputaran ekonomi di masyarakat,” ungkapnya.

    Lebih dari sekadar agenda perayaan HUT RI, Diza berharap festival tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jambi.

    “Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jambi,” tegasnya.

    Rangkaian festival berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) yang menjadi puncak acara. Berbagai kegiatan turut disiapkan untuk masyarakat, mulai dari olahraga, panjat pinang, musik hiburan hingga pelayanan perlindungan sosial (Perlinsos) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

    Melalui festival tersebut, Pemkot Jambi ingin menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk merawat warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. (**)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :