Ekspor Jambi Mei 2026 Turun 5,27 Persen, BPS: Perdagangan Luar Negeri Tetap Didominasi Sektor Industri dan Pertambangan

By MS LEMPOW 03 Jul 2026, 07:50:50 WIB Ekonomi
Ekspor Jambi Mei 2026 Turun 5,27 Persen, BPS: Perdagangan Luar Negeri Tetap Didominasi Sektor Industri dan Pertambangan

Keterangan Gambar : Ekspor Jambi Mei 2026 Turun 5,27 Persen, BPS: Perdagangan Luar Negeri Tetap Didominasi Sektor Industri dan Pertambangan


Mediajambi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Mei 2026 mencapai US$194,72 juta, atau mengalami penurunan 5,27 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar US$205,55 juta.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan penurunan nilai ekspor secara bulanan merupakan bagian dari dinamika perdagangan internasional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan pasar global, harga komoditas, hingga volume pengiriman.

"Pada Mei 2026 nilai ekspor asal Provinsi Jambi tercatat sebesar US$194,72 juta. Angka ini turun 5,27 persen dibandingkan April 2026. Meski mengalami penurunan secara bulanan, aktivitas ekspor Jambi masih menunjukkan peran penting sebagai penggerak perekonomian daerah," ujar Aidil Adha.

    Menurutnya, struktur ekspor Provinsi Jambi hingga Mei 2026 masih didominasi oleh sektor industri pengolahan. Kelompok industri memberikan kontribusi terbesar terhadap total ekspor, yakni 50,12 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor pertambangan dengan kontribusi 45,13 persen, sedangkan sektor pertanian menyumbang 4,76 persen.

    "Komposisi ini menunjukkan bahwa industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekspor Jambi. Di sisi lain, sektor pertambangan juga tetap memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perdagangan luar negeri daerah," jelasnya.

    BPS juga mencatat lima negara tujuan utama ekspor asal Provinsi Jambi selama Mei 2026, yaitu Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat. Kelima negara tersebut masih menjadi mitra dagang strategis yang menyerap sebagian besar produk ekspor Jambi.

    Aidil menjelaskan keberagaman negara tujuan ekspor menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan perdagangan daerah terhadap perubahan kondisi ekonomi global.

    "Pasar ekspor yang tersebar di berbagai kawasan memberikan peluang bagi produk-produk unggulan Jambi untuk tetap bersaing di pasar internasional. Karena itu, peningkatan kualitas produk dan daya saing menjadi faktor yang harus terus diperkuat," katanya.

    Di sisi lain, BPS juga mencatat nilai impor Provinsi Jambi pada Mei 2026 mengalami penurunan yang lebih dalam dibandingkan ekspor. Nilai impor tercatat sebesar US$11,09 juta, turun 35,84 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai US$17,29 juta.

    Aidil mengatakan penurunan impor mencerminkan berkurangnya aktivitas pembelian barang dari luar negeri pada periode tersebut. Namun demikian, kondisi tersebut perlu dilihat secara proporsional sesuai dengan kebutuhan sektor produksi dan investasi.

    "Perubahan nilai impor merupakan bagian dari dinamika ekonomi. Penurunan impor dapat dipengaruhi oleh berkurangnya kebutuhan bahan baku maupun barang modal pada periode tertentu," ujarnya.

    Berdasarkan negara asal barang impor, lima negara yang menjadi pemasok terbesar ke Provinsi Jambi pada Mei 2026 adalah Malaysia, Finlandia, Tiongkok, Kanada, dan Australia.

    Sementara itu, berdasarkan kelompok komoditas, impor Provinsi Jambi masih didominasi oleh mesin dan alat angkutan yang memberikan kontribusi sebesar 72,14 persen terhadap total impor. Selanjutnya disusul kelompok hasil industri dan lainnya sebesar 20,29 persen, serta kelompok bahan kimia dan sejenisnya sebesar 7,05 persen.

    Menurut Aidil, dominasi impor mesin dan alat angkutan menunjukkan masih tingginya kebutuhan sektor industri dan dunia usaha terhadap barang modal untuk mendukung aktivitas produksi.

    "Impor barang modal seperti mesin dan alat angkutan umumnya berkaitan dengan investasi dan peningkatan kapasitas produksi. Hal ini menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi yang terus berjalan," jelasnya.

    Ia menambahkan, BPS akan terus memantau perkembangan perdagangan luar negeri sebagai salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja ekonomi Provinsi Jambi. Data ekspor dan impor diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan penguatan sektor produksi, peningkatan daya saing ekspor, serta menjaga keseimbangan perdagangan daerah.

    "Dengan data yang akurat dan berkelanjutan, pemerintah maupun pelaku usaha dapat mengambil langkah yang tepat dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan Provinsi Jambi," tutup Aidil Adha.(mas)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :