Inflasi Jambi Juni 2026 Capai 3,85 Persen, BPS: Kenaikan Harga Pangan Masih Jadi Penyumbang Utama

By MS LEMPOW 03 Jul 2026, 07:45:11 WIB Ekonomi
Inflasi Jambi Juni 2026 Capai 3,85 Persen, BPS: Kenaikan Harga Pangan Masih Jadi Penyumbang Utama

Keterangan Gambar : Inflasi Jambi Juni 2026 Capai 3,85 Persen, BPS: Kenaikan Harga Pangan Masih Jadi Penyumbang Utama


Mediajambi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 menunjukkan inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,48.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan inflasi yang terjadi masih didominasi oleh kenaikan harga pada sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat, terutama kelompok makanan dan kebutuhan pokok yang memiliki kontribusi besar terhadap pengeluaran rumah tangga.

"Pada Juni 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi secara tahunan sebesar 3,85 persen dengan IHK sebesar 112,48. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan harga dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama pada kelompok pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar Aidil Adha.

    BPS mencatat, dari dua daerah yang menjadi kota penghitungan inflasi di Provinsi Jambi, Muara Bungo mengalami inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,72 persen dengan IHK 113,83, sedangkan Kota Jambi mencatat inflasi sebesar 3,60 persen dengan IHK 111,49.

    Menurut Aidil, secara umum kenaikan inflasi dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran yang dipantau, sebanyak sepuluh kelompok mengalami kenaikan indeks.

    Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan mencapai 6,65 persen. Disusul kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 6,60 persen, kemudian kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 4,33 persen.

    Selain itu, kelompok Transportasi mengalami kenaikan sebesar 3,93 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga naik 2,93 persen, sementara kelompok Pendidikan meningkat 2,67 persen.

    Kenaikan juga terjadi pada kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 1,02 persen, kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 1,00 persen, kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,86 persen, serta kelompok Kesehatan sebesar 0,84 persen.

    "Inflasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Meski demikian, masih terdapat satu kelompok yang mengalami penurunan harga, yakni kelompok Pakaian dan Alas Kaki yang mengalami deflasi sebesar 4,06 persen," jelas Aidil.

    Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) pada Juni 2026 sebesar 0,52 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) hingga Juni 2026 mencapai 1,79 persen.

    Aidil menjelaskan bahwa perkembangan inflasi perlu terus dipantau sebagai salah satu indikator penting kondisi perekonomian daerah. Stabilitas harga menjadi faktor yang sangat menentukan daya beli masyarakat, iklim usaha, serta efektivitas berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

    "BPS secara rutin menyajikan data inflasi sebagai dasar bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat dalam mengambil keputusan. Data ini diharapkan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan," katanya.

    Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pasokan barang, kelancaran distribusi, serta mengantisipasi gejolak harga, khususnya pada komoditas pangan strategis.

    Dengan inflasi tahunan sebesar 3,85 persen, BPS berharap berbagai langkah pengendalian yang telah dilakukan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga laju inflasi tetap terkendali dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang berkelanjutan.(mas)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :