Kemenkumham Siapkan Blok Pengendali Narkoba di Lapas Sarlangun

By Maas, SH 02 Mar 2021, 09:03:01 WIB HUKRIM
Kemenkumham Siapkan Blok Pengendali Narkoba di Lapas Sarlangun

Mediajambi.com - Kanwil Kemenkumham Provinsi Jambi membuat Blok Lapas pengendali narkoba di Lapas Kelas IIB Kabupaten Sarolangun. Lapas ini, diperuntukkan semua yang terlibat kasus narakotika, tujuannya untuk memutus jaringan peredaran narkoba.

Kakanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Jambi, Jahari Sitepu mengatakan, setiap kamar blok dipantau dengan cctv, sehingga aktivitas dapat terpantau dengan jelas. kemudian ini juga menghentikan aktivitas narapidana yang masih nekat menggunakan handphone. "Di sana ada pengawasan yang lengkap. Semua kita jaga dengan ketat, dan nanti ada petugas yang berjaga untuk monitor setiap saat," ucapnya, Senin (1/3/2021).

Dikatakannya blok pengendali narkoba di Lapas Kelas IIB Sarolangun ini merupakan satu-satunya lapas yang ada di Provinsi Jambi. Lapas khusus narkoba ini merupakan lapas nomor dua di Indonesia setelah Pekan Baru. Dia berharap tindak pidana narkotika dapat dikendalikan. "Ada petugas yang memantau semua aktivitas mereka,"  jelasnnya.

Untuk memakasimalkan dalam penanganan narkoba di Lapas, perlunya deteksi dini, koordinasi dengan semua instansi serta kerjasama dengan semua pihak. "Kita berharap jangan ada lagi penyeludupan narkoba ke dalam lapas, tetap mengikuti bimbingan yang ada di dalam lapas," tambahnya.

Kadivas Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Jambi, Elly Yuzar mengatakan, telah melakukan pendataan siapa saja yang akan dipindahkan ke lapas narkoba yang ada di Sarolangun. "Sementara ini belum di tempati, karena masih kita data dulu," ungkapnya.

Sampai saat ini saat ini terdapat 2.800 narapidana yang terlibat dalam kasus narkoba.  Ini artinya 60 persen dari jumlah narapidana yang ada di Provinsi Jambi yang mencapai 4.000 lebih.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur Jenderal Permasyarakatan Blok Pengendali Peredaran Narkoba, Reynhard Silitongan. Perlunya ada deteksi dini, semua harus disiapkan dengan baik. Sehingga tak ada narapidana yang bobol tembok, dan lain sebagainnya. "Berantas peredaran narkoba di Lapas, jika ada narapidana yang bandel silahkan pindahkan ke lapas narkoba ini," kata dia.(mas)