Selasa, 25 Agustus 2015 - 17:15:06 WIB
Produksi PDAM Turun, Warga Harus Membeli Air
Diposting oleh : Ir Fitriani Ulinda
Kategori: Kota - Dibaca: 898 kali

Warga Harus Beli Air  

Media Jambi.com -  Produksi air bersih PDAM Tirta Mayang Kota Jambi berkurang, menyusul menyusutnya air Sungai Batanghari yang menjadi sumber air bagi PAM.

Pantauan Media Jambi.com, Selasa (25/8) intake atau pipa hisap milik PDAM di Pulau Pandan Kota Jambi, sudah tergantung dan nyaris tidak bisa lagi mengisap air. Jika tak turun hujan maka dalam beberapa waktu ke depan warga akan kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk saat ini sebagian daerah yang berada di dataran tinggi air PDAM Tirta Mayang sudah tidak mengalir lagi. Seperti di kawasan Mayang mangurai, warga sudah mulai membeli air. Selain air tidak mengalir juga sumur-sumur warga juga sudah mulai kering. “Kami terpaksa harus beli air dari PDAM dengan harga Rp120.000 untuk 1.000 liter,” ujar Haryani warga komplek Makakau, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Kota Baru Jambi.

PDAM Tirta Mayang menurutnya belum mampu membangun jaringan pipa air minum ke seluruh wilayah Kota Jambi. Sehingga warga masyarakat Jambi masih banyak yang tidak terlayani perusahaan air minum tersebut. “Apalagi pada musim kemarau seperti saat ini, air yang dibeli hanya cukup untuk lima hari. Hanya untuk mandi  sedangkan mencuci pakai terpaksa mengunsi ke rumah orang tua di Telanaipura,” ujarnya. Hingga saat ini PDAM Tirta Mayang Kota Jambi baru mampu melayani air bersih kepada sekitar 333.500 jiwa penduduk kota itu. Cakupan pelayanan PDAM kota itu sekitar 58,58 % dari total penduduk Kota Jambi saat ini sekitar 569.331 jiwa.

Kasi Humas PDAM Tirta Mayang Jambi Abdillah,SE mengatakan, produksi air berkurangan 10 hingga 20 persen, karena debit air Sungai Batanghari yang turun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah rawan air seperti Kota Baru, Mayang dan Jambi Selatan, pihaknya mengisi tangki-tangki PDAM yang ada di beberapa RT dalam satu hari hingga delapan kali.
Diakuinya, permintaan air bersih menggunakan mobil tangki juga meningkat. “Beberapa bulan ini meningkat dari biasanya,satu hari 60 sampai 70 mobil sekarang rata-rata 80 mobil,” jelasnya.  Permintaan air bukan saja dari pelanggan, melainkan juga dari masyarakat umum yang sumurnya mengering. Harga satu tangki ukuran 4000 liter Rp 120.000 dan ukuran 5000 liter Rp. 150.000. (mas/yen)